Kalau kamu masih ingat pelajaran fisika di sekolah, pasti pernah dengar Hukum Gerak Newton. Hukum ini sederhana tapi powerful:
“Benda yang diam akan cenderung tetap diam sampai ada gaya yang mendorongnya. Begitu juga, benda yang sudah bergerak akan cenderung terus bergerak kecuali ada gaya yang menghentikannya.”
Nah, ternyata hukum Newton ini bisa kita pakai juga dalam dunia bisnis dan pemasaran.
Kuncinya ada di satu kata: penasaran.
Penasaran = Setengah Jalan dalam Marketing
Dalam pemasaran, kalau kamu berhasil membuat audiens penasaran, maka sebenarnya kamu sudah menempuh setengah perjalanan menuju closing.
Kenapa? Karena rasa penasaran otomatis bikin orang:
- Lebih fokus memperhatikan kamu.
- Terdorong untuk bergerak mencari tahu lebih lanjut.
Bayangkan kalau promosi kamu cuma standar-standar saja: “Jual rumah murah, hubungi sekarang.” Orang akan cepat bosan dan cuek. Tapi kalau kamu bikin iklan dengan kalimat yang bikin orang mikir: “Hah? Rumah nyaman harga kosan?” maka mereka akan berhenti sejenak, membaca lebih lama, bahkan mungkin klik iklanmu.
Itulah kekuatan virus kepo dalam marketing.
Contoh Sederhana: Toko yang Berbeda di Pasar
Misalnya kamu punya satu toko di tengah ratusan toko lain di sebuah pasar. Kalau semua toko tampil mirip, orang bakal lewat begitu saja tanpa peduli.
Tapi bayangkan kalau kamu:
- Mengecat toko dengan warna mencolok, berbeda dari sekitarnya.
- Pasang spanduk dengan kalimat nyeleneh tapi bikin senyum.
- Suruh karyawan pakai kostum aneh sambil bagi-bagi brosur.
- Tambahkan musik unik atau atraksi singkat di depan toko.
Apa yang terjadi?
Orang-orang penasaran. Mereka berhenti, memperhatikan, lalu mendekat. Saat brosur dibagikan, mereka ambil. Saat isi brosurnya menawarkan hadiah gratis atau promo yang sulit ditolak, kemungkinan besar mereka bertindak lebih jauh.
Penasaran + Penawaran Menarik = Ledakan Penjualan
Rasa penasaran saja tidak cukup. Begitu orang mendekat, kamu harus siapkan penawaran yang menggoda. Misalnya:
- Hadiah gratis hanya dengan mendaftar nomor WhatsApp.
- Promo “beli satu gratis satu” khusus hari itu.
- Penawaran unik yang membuat toko jadi viral dibicarakan orang.
Jadi alurnya begini: bikin penasaran → orang mendekat → kasih penawaran menarik → orang bertindak → jualanmu naik.
Marketing dalam Perspektif Newton
Sekarang kita balik ke teori Newton tadi.
- Orang yang “diam” = calon pembeli yang belum tertarik, belum peduli, atau bahkan tidak sadar kalau kamu ada. Untuk bikin mereka bergerak, butuh gaya kuat: konten kreatif, gimmick unik, atau iklan yang bikin penasaran.
- Orang yang sudah “bergerak” = calon pembeli yang sudah mengambil langkah: klik iklan, ambil brosur, atau bahkan sudah membeli sekali. Mereka cenderung akan terus bergerak, asal kamu dorong lagi dengan follow-up yang tepat.
Itulah kenapa menawarkan produk ke orang yang benar-benar “dingin” (belum kenal, belum butuh, belum peduli) jauh lebih sulit dibanding melakukan upsell ke pelanggan yang baru saja beli produkmu.
Jangan Biarkan Mereka Diam Lagi
Kesalahan banyak pebisnis pemula adalah: setelah orang sudah tertarik atau bahkan sudah beli, mereka berhenti follow-up. Padahal, kalau kamu biarkan, orang akan kembali ke posisi “diam” lagi—artinya melupakan produkmu.
Contohnya:
- Ada orang daftar gratis ebook dari iklan kamu → langsung follow-up dengan email atau WhatsApp yang ramah.
- Ada orang sudah beli produk pertama → tawarkan produk pelengkap (upsell).
- Ada orang tanya-tanya tapi belum beli → beri alasan tambahan, seperti testimoni, garansi, atau promo terbatas.
Semakin cepat kamu menindaklanjuti, semakin besar peluang mereka melakukan tindakan berikutnya.
Rumus Sederhana ala Newton Marketing
Kalau diringkas, Teori Newton untuk Marketing bisa ditulis seperti ini:
- Diam → butuh gaya besar untuk bergerak.
→ Prospek dingin harus digoda dengan kreativitas dan rasa penasaran. - Bergerak → lebih mudah terus bergerak.
→ Prospek hangat harus langsung difollow-up supaya tidak berhenti. - Gaya harus konsisten.
→ Jangan berhenti memberi dorongan. Konten, promo, dan komunikasi harus rutin.
Penutup
Marketing yang efektif bukan soal teriak paling keras, tapi soal membangkitkan rasa penasaran lalu menjaga aliran tindakan agar terus berjalan.
Pikirkan promosi kamu sebagai “gaya” dalam hukum Newton:
- Orang yang belum tertarik = perlu dorongan unik.
- Orang yang sudah tertarik = jangan biarkan berhenti, beri follow-up.
Kalau kamu bisa main di dua titik ini, iklanmu akan lebih efektif, closing lebih mudah, dan brandmu makin diingat orang.
Jadi, pertanyaannya: strategi apa yang bisa kamu lakukan hari ini untuk bikin calon pelangganmu penasaran?
***
Oh ya Anda juga bisa belajar lebih banyak mengenai strategi jualan yang powerful dari buku X yang saat ini pre ordernya sudah dibuka.
Anda bisa ikutan pre order ini karena ada promo gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan juga bisa ikutan kelas online bimbingan jualan online selama 30 hari gratis + bonus ekslusif berikut ini:
Bonus 1# Nama Bonus (senilai Rp XXX)
Bonus 2# Nama Bonus (senilai Rp XXX)
Bonus 3# Nama Bonus (senilai Rp XXX)
Bonus 4# Nama Bonus (senilai Rp XXX)
Bonus 5# Nama Bonus (senilai Rp XXX)
Lihat detil isi buku Xnya disini >> LINK (lihat juga review dari para expert dan publik figur)




